Seperti sistem pendidikan yang diterapkan oleh SMA Negeri 5 Tulang Bawang Tengah, hingga saat ini masih menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).
Hal itu dilakukan, karna sekolah setempat belum layak untuk menjalankan kurikulum baru karena terkendala sarana prasarana penunjang, Selain itu, para guru masih ragu dalam menerapkan item sistem tersebut
“Di Tulang Bawang Barat ini, baru SMAN 1 Tumijajar, SMA kami belum layak menerapkan K-13,” ujar Kepala SMA Negeri 5 Dasuki, Spd.
Kendati SMAN 5 Tulang Bawang Tengah masih menggunakan kurikulum pendidikan yang lama, namu usaha dan kerja keras para guru dalam memberikan pendidikan dan pelajaran pada siswa, tidak diragukan lagi.
Serapan ilmu dan wawasan yang dimiliki oleh para siswa juga tidak berbeda dengan apa yang didapatkan oleh siswa yang ada di sekolah-sekolah lain.
“Walaupun kami masih menerapkan cara-cara yang lama. Tapi tingkat serapan dan wawasan murid di sini tidak diragukan lagi. Begitupun dengan para guru-guru di sekolah ini,” tutur Dasuki.
Dasuki berharap, Diknas setempat dapat mendorong sekolah - sekolah untuk penerapan K-13 dengan memfasilitasi media ajar dan sarana fisik lainny, serta memperbanyak diklat K-13 bagi guru.
"Sebagai sekolah baru, intinya kami siap untuk belajar dan mentaati aturan atasan " ujar kepala sekolah yang memiliki 9 guru PNS dan 25 tenaga guru honorer ini.
No comments :
Post a Comment